Berita  

Dilantik Jadi Ketum MIPI, Anwar Hafid Targetkan Birokrasi Lebih Adaptif dan Inovatif

Anwar Hafid Resmi Pimpin MIPI

Palu, VoxNusantara,- Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Sabtu (25/4/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan sekaligus mengembangkan cita-cita besar para pendiri organisasi.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal kuat untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras dalam memajukan ilmu pemerintahan di Indonesia.

“Dilantiknya kita hari ini adalah sinyal penting untuk membangun lebih cepat, bekerja lebih keras untuk mewujudkan cita-cita para pendiri MIPI,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengembangkan ilmu pemerintahan agar tetap relevan dengan dinamika dan tantangan birokrasi modern. Menurutnya, ilmu pemerintahan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Mantan Bupati Morowali dua periode itu juga menggarisbawahi bahwa praktik pemerintahan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian “cukup baik”, tetapi harus berlandaskan pada prinsip kebenaran dalam setiap kebijakan.

“Saya sering tekankan kepada rekan-rekan kerja saya, bahwa pemerintahan itu tidak hanya mencapai predikat cukup baik. Tetapi harus benar. Karena yang benar itu pasti baik, tapi yang baik belum tentu benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menyampaikan optimisme bahwa MIPI dapat menjadi motor penggerak dalam mendorong reformasi birokrasi nasional. Organisasi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, inovasi, serta rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem pemerintahan yang efektif dan responsif.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan menjunjung tinggi profesionalitas, etika birokrasi, serta kontribusi konkret bagi pengembangan ilmu pemerintahan di Indonesia.

“Saya optimis, bahwa MIPI ini akan menjadi motor penggerak bagi perkembangan birokrasi di Indonesia. Tentu kepercayaan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya mengedepankan asas dan etika birokrasi,” pungkasnya.

Ke depan, arah kepemimpinan MIPI di bawah Anwar Hafid akan menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan sistem pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.*

Sumber: Tim Media BERANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *