
Palu, VoxNusantara,- Di sebuah sudut pelosok Sulawesi Tengah, kisah sederhana namun menyentuh datang dari seorang guru bernama Najib Nadir. Tanpa sorotan kamera dan jauh dari fasilitas memadai, ia memilih bertindak memperbaiki sendiri pintu kelas yang rusak demi memastikan murid-muridnya tetap belajar dengan nyaman.
Aksi itu awalnya dilakukan dalam diam. Pintu kelas yang rusak kerap menjadi celah masuk hewan ternak, mengganggu proses belajar. Dengan alat seadanya, Najib tak menunggu bantuan datang. Ia turun tangan sendiri, memperbaiki, merapikan, dan memastikan ruang belajar kembali layak digunakan.
Tak disangka, ketulusan itu justru viral dan beredar luas, hingga menyentuh banyak pihak. Kisahnya viral, menjadi simbol nyata dedikasi guru di daerah terpencil.

Perhatian pun datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam rangkaian perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tengah melalui Semarak Sulteng Nambaso, Najib Nadir menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, didampingi Gubernur Anwar Hafid, pada Jumat (17/4/2026).
Bagi Najib, penghargaan itu bukan sekadar seremoni.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya penghargaan bagi kami, tapi juga penyemangat untuk terus mengabdi, terutama di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Ia bahkan sempat merasa heran atas perhatian tersebut. Dalam pemahamannya, sekolah dasar merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Namun, ia melihat langkah ini sebagai bentuk kepedulian yang lebih luas.
“Mungkin ini cara pemerintah provinsi menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak semata dibatasi oleh administrasi,” tambahnya.
Kisah Najib Nadir membuka kembali realitas yang selama ini kerap luput dari perhatian—bahwa masih banyak sekolah di pelosok menghadapi keterbatasan fasilitas. Namun di tengah kondisi itu, para guru tetap hadir, bekerja dalam senyap, memastikan anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar.
Melalui program Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya memperkuat kualitas pendidikan dengan mendorong kolaborasi lintas daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, terutama di wilayah terpencil.
Pengabdian Najib menjadi pengingat yang kuat: bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil yang tulus. Sebuah pintu kelas yang diperbaiki sendiri mungkin terlihat sederhana, namun di baliknya ada harapan, kepedulian, dan komitmen untuk masa depan generasi bangsa.
Di ruang-ruang sunyi seperti itulah, pendidikan sesungguhnya sedang diperjuangkan. *
Sumber: Tim Media BERANI















