Anwar Hafid Dipastikan Melenggang Aklamasi di Musda Demokrat Sulteng

Palu, VoxNusantara,- Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Tengah akhirnya digelar pada Minggu (10/5/2026) setelah mengalami penundaan selama dua hari dari jadwal semula.

Ratusan kader Partai Demokrat dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah tampak memadati salah satu hotel di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, sejak pagi hingga sore hari.

Dalam Musda tersebut, nama Anwar Hafid masih menjadi figur terkuat untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah.

Dari tiga kandidat yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya Anwar Hafid yang mengembalikan formulir pencalonan. Dua kandidat lainnya disebut tidak memenuhi syarat dukungan minimal lima DPC sehingga tidak melanjutkan proses pencalonan.

“Syarat menjadi calon ketua DPD harus mendapat dukungan lima DPC. Mungkin dua kandidat lainnya tidak memenuhi syarat itu sehingga tidak mengembalikan formulir,” ujar kader Demokrat Sulteng, Andi Baso Opu, di sela pelaksanaan Musda.

Menurut Andi Baso, Partai Demokrat tetap mempertahankan mekanisme musyawarah daerah dalam menentukan kepemimpinan partai dan tidak menggunakan sistem penunjukan langsung.

Ia juga menegaskan sikap Demokrat yang menolak wacana pembatasan masa jabatan ketua umum partai maksimal dua periode seperti yang sempat diwacanakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Di internal Partai Demokrat, mekanisme kepemimpinan diatur dalam AD/ART partai. Itu bagian dari kedaulatan internal,” katanya.

Sementara itu, salah satu kandidat yang sebelumnya mengambil formulir, Ikbal Khan, mengakui dirinya tidak memperoleh dukungan minimal lima DPC sehingga tidak mengembalikan formulir pencalonan.

Dengan kondisi tersebut, Anwar Hafid dipastikan menjadi calon tunggal dan berpeluang besar terpilih secara aklamasi dalam Musda V Demokrat Sulteng.

Menanggapi peluang aklamasi tersebut, Anwar Hafid menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada peserta Musda.

“Kalau peserta Musda masih menginginkan saya memimpin DPD Partai Demokrat Sulteng, sebagai kader saya siap,” ujarnya.

Di sisi lain, mantan Sekretaris DPD Demokrat Sulteng, Talitti Paluge, menilai kepemimpinan Anwar Hafid masih menjadi pilihan kader. Namun ia mengingatkan pentingnya regenerasi dalam struktur kepengurusan partai.

“Sekalipun Pak Anwar tetap menjadi pilihan kader, struktur kepengurusan perlu kaderisasi, jangan itu-itu saja terus,” katanya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *