
Palu, VoxNusantara,-Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menutup rangkaian kegiatan Semarak Sulteng Nambaso (SSN) di Lapangan Immanuel, Palu, Sabtu malam (18/04/2026).
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah bukan sekadar wilayah administratif, melainkan “rumah besar” yang menyatukan seluruh masyarakat.

“Sulawesi Tengah ini adalah ibu kita semua, yang telah melahirkan 3,7 juta anak, termasuk kita yang hadir di sini. Maka sudah sepatutnya kita isi ulang tahunnya dengan doa, semangat, dan kebahagiaan,” ujarnya.
Ia menekankan, cita-cita besar mewujudkan Sulteng Nambaso tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh gubernur, wali kota, dan bupati. Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk bergerak bersama membangun Sulawesi Tengah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Lebih jauh, Anwar Hafid menyampaikan optimisme terhadap masa depan daerah. Di tengah berbagai tantangan, ia meyakini persatuan dan kekompakan menjadi kunci utama dalam mencapai kemajuan.

“Tantangan ke depan masih besar, tetapi saya yakin selama kita bersatu dan kompak, cita-cita membawa Sulawesi Tengah menjadi Sulteng Nambaso, Insya Allah akan tercapai,” katanya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan SSN tahun ini dilakukan dengan penyesuaian durasi sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Jika sebelumnya berlangsung hingga satu bulan, tahun ini kegiatan dipadatkan menjadi satu pekan.
“Sebenarnya saya ingin seperti tahun lalu, satu bulan. Namun karena situasi efisiensi, kita laksanakan dalam satu minggu,” jelasnya.
Meski berlangsung lebih singkat, kemeriahan SSN tetap terjaga. Bahkan, konser penutup dapat terselenggara tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), berkat dukungan sponsor dari berbagai pihak.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan dan mitra yang turut berkontribusi, di antaranya PT IMIP, PT CPM, Honda, dan Bank Sulteng.
“Alhamdulillah, konser ini bisa terlaksana berkat dukungan sponsor. Tidak menggunakan APBD, sehingga masyarakat bisa menikmati hiburan dengan penuh kebahagiaan,” ungkapnya.
Penutupan Semarak Sulteng Nambaso berlangsung meriah dan dipadati antusiasme masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan, momentum ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Sulawesi Tengah yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, visi Sulteng Nambaso kembali ditegaskan sebagai arah pembangunan yang menyatukan seluruh elemen daerah menuju masa depan yang lebih sejahtera. *















