
Palu, VoxNusantara,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung penuh haru. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pidato sarat emosi yang menekankan pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
Upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (13/04/2026), menjadi momentum refleksi sekaligus ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah.
Dalam pidatonya, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan demi satu tujuan besar, yakni membahagiakan Sulawesi Tengah sebagai “rumah bersama”.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai putera asli Sulawesi Tengah, mengajak kita semua bergandengan tangan bersatu untuk membahagiakan ibu kita Sulawesi Tengah,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Gubernur menegaskan bahwa kebahagiaan daerah tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan masyarakatnya. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang hidup dalam kondisi sulit, termasuk puluhan ribu rumah tidak layak huni yang menjadi indikator kemiskinan ekstrem.
“Masih ada sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Masih banyak anak-anak yang belum merasakan fasilitas pendidikan yang layak,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan kerja kolektif dan semangat gotong royong.

Momentum HUT ke-62 ini, lanjut Anwar Hafid, harus dimaknai sebagai ajakan untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan persatuan demi masa depan daerah.
“Mari kita bergandengan tangan, mari kita melepaskan kepentingan sendiri. Ibu kita ingin agar anak-anaknya tidak tercerai-berai,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah merupakan satu keluarga besar yang lahir dari wilayah yang sama, sehingga nilai persaudaraan harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” katanya.
Sulawesi Tengah sebagai Rumah Bersama
Lebih jauh, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan membangun Sulawesi Tengah sebagai rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
“ Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Dalam bagian yang paling menyentuh, ia menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terpencil yang masih hidup dalam tekanan kemiskinan.
“Ibu kita Sulawesi Tengah berpesan kepada kita: tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” tuturnya dengan nada haru.
Menutup sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam semangat gotong royong demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
“ Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-62 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih adil dan sejahtera. *
Sumber: Biro AdPim Pemprov Sulteng













